
BANJAR — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, MI Plus Daarul Huda (Mipdah) menggelar kegiatan Festival Liwet yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 pada Senin, 21 Oktober 2025. Suasana hangat dan penuh semangat tampak memenuhi halaman madrasah sejak pagi, saat para siswa bersama wali kelas dan pendamping mulai menyiapkan peralatan masak untuk kegiatan ngaliwet bersama.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dan shalat duha berjamaah. Setelahnya, tiap kelas beradu kreatifitas dalam menanak nasi liwet dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar dan dandang. Asap tipis mengepul dari deretan tungku, menambah kesan khas pedesaan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kepala MI Plus Daarul Huda, Erma Rahmawati, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur sekaligus sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Melalui Festival Liwet ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian. Anak-anak belajar berkolaborasi, saling membantu, serta menghargai setiap proses, tidak hanya hasil akhirnya,” ujarnya.
Suasana kian semarak ketika aroma nasi liwet mulai menyeruak di udara. Para siswa tampak gembira menikmati kegiatan tersebut, bahkan sebagian dari mereka dengan antusias membantu menyiapkan lauk pauk dan mengipasi tungku.
Setelah semua matang, para siswa berkumpul di halaman untuk makan bersama di atas daun pisang. Mereka duduk bersila, menikmati hidangan hasil kerja sama sendiri dengan penuh canda tawa. Tak hanya siswa, para guru pun turut larut dalam suasana kebersamaan tersebut.
Festival Liwet MI Plus Daarul Huda menjadi momen berharga yang tak hanya mempererat kebersamaan antarwarga madrasah, tetapi juga mengajarkan makna sederhana dari filosofi Hari Santri — bahwa perjuangan dan kebersamaan adalah kunci dalam membangun peradaban yang berakhlak mulia. [cs]
